Kamis, 17 Agustus 2017

The Benefit English Course (English Village) / Kampung Inggris (Part 2)

Welcome back ~

Here you go -> Kampung Inggris (Part 2)!

Di postingan kali ini, saya akan membahas beberapa pertanyaan/sindiran/argumen yang sering saya dapatin kembalinya dari Pare.

1. Udah les 3 bulan di Pare, pasti bahasa Inggrisnya udah cas cis cus dong?
and my answer is BIG NOOO!! Kenapa saya katakan BIG NO? Karena dari beberapa survei yang udah saya lakukan sendiri, banyak kok yang balik dari Kampung Inggris, tapi Bahasa Inggris nya gitu-gitu aja (maksudnya gak jago-jago banget), yah walaupun pasti ada perubahan tapi tidak terlalu signifikan. Jadi, buat kalian yang ekspektasinya kalau ke Kampung Inggris pasti balik-balik udah jago, itu salah besar. Itu semua tergantung dari individu masing-masing orang.

Ada yang hanya 1 atau 2 bulan di Kampung Inggris, tapi perkembangannya luar biasa hebat. Ada juga yang 3 bulan, 5 bulan, 6 bulan di Kampung Inggris tapi yah begitulah.. Jadi, semua nya tergantung dirimu sendiri. NIAT dan USAHA gak bakal mengkhianati HASIL!

Saran dari saya : perbaiki dan perkuat NIAT mu di Kampung Inggris untuk serius belajar, dan jangan pernah males untuk meng-improve skill mu! karena Kampung Inggris akan sangat membantu dalam belajar bahasa Inggris ^_^ kalau niatmu hanya untuk main dan traveling aja, mending balik dan cari tempat traveling lain deh...

2. Worth alias ada gunanya gak sih belajar di Kampung Inggris?
Pasti ada!! Tapi itu tergantung dirimu sendiri, guys. Kampung Inggris hanya fasilitator untuk kita belajar, mau dimanfaatin sebaik-baiknya apa ngga, gitu. Tapi kalau kalian udah ada niatan ke Kampung Inggris buat belajar, kalian harus bener-bener manfaatin waktu yang ada untuk skill yang lebih cepat naik ^_^ praktek! praktek! dan praktek!!

Sedikit penjelasan, di tempat saya kemarin (The Benefit English Course) kita udah masuk kelas pas jam 5 subuh sampe jam 9 malem (6 kelas per hari dan ada beberapa jam untuk istirahat kok hehe). lalu di camp serta di area kursus kita WAJIB SPEAK ENGLISH. Itu adalah kesempatan buat kita untuk praktek. Gak masalah grammar kita masih salah atau pronounciation yang masih amburadul, it is a prosses, bro! Gak ada yang instan, mie goreng aja harus direbus dulu..

Saran dari saya : selalu praktek alias speak English everywhere. Apalagi speak English dengan dirimu sendiri. Itu yang selalu saya lakuin sampe sekarang hehe.. hanya sekedar pas mau mandi, rutin aja bilang dalam hati "i want to take a bath" atau pas mau solat "i want to take a pray first, and then i wanna cook noodle because i'm so hungry" mulai lah dari hal yang SIMPLE lalu cari lah pergaulan atau teman yang bisa membuat skill mu meningkat dengan cara selalu speak English every where.

3. Score toefl nya sekarang pasti 500 keatas, dong?
Oh c'mon guys, you can't measure that like this -_- karena gak semua orang yang ke Kampung Inggris itu ngambil kelas toefl, gak bisa dipukul rata begitu. Terkadang, udah ngambil kelas toefl pun masih ada yang tidak sampai 500. Tapi, ada juga yang score nya jadi 570 keatas. Ini murni tergantung usaha kita serta kualitas kita belajar.. 

Kalau kita niat banget, lalu diiringi dengan doa dan usaha yang maksimal, yakin deh, score mu akan sesuai dengan yang kamu impikan~

Saran dari saya : rajin-rajin listening minimal 1 jam sehari, itu untuk meningkatkan pemahaman kita dalam listening section. Karena rata-rata orang awam akan kesulitan mengerti percakapan para native speaker. Melalui listening yang rutin, tanpa sadar kita akan belajar mengenai grammar (tanpa perlu belajar rumus), belajar pronounciation (karena orang native speaker yang ngomong langsung) dan belajar listening pastinya lol. Tapi, pelajari juga grammar ya..

Oke, segini dulu postingan Kampung Inggris (Part 2).

Sampai jumpa!

DIRGAHAYU INDONESIA-KU!

M E R D E K A !!!










Selasa, 01 Agustus 2017

The Benefit English Course (English Village) / Kampung Inggris (Part 1)

Hallo!
Long time no see.

It's 2017 now, and my last post is..... in 2014. It's almost 3 years I never post anything in my blog. And now I'm back! So sorry to make u wait too long to read my post lol (to be honest I know that no one reads my blog hahaha) >_<

Now i'm not a student again, i was graduated on February 2017 (Alhamdulillah) and 1 week after that I went to Pare to improve my English Skill exactly in The Benefit English Course for about 3 months (25th of February 2017 - 10th of Juny 2017).

Yeayyy in this chance, i would like to share my experiences and some informations for u guyz~

-start from here I will use Bahasa-

Oke, jadi pas balik dari Pare -bahkan pas masih di Pare- banyak sekali temen2 yang nanyain tentang Pare. Dan biasanya pertanyaan2nya itu pada sama... Jadi, saya bakal bahas satu-per-satu. 

1. Ongkos Transportasi Ke Kampung Inggris
Berhubung saya berasal dari Luar Jawa tepatnya dari Palembang, saya kesana naik Pesawat. Kamu bisa cek tiket pesawat karena harga tiketnya berubah-ubah dan beda-beda. Untuk pertama kali kesana saya pernah kena 700rb-an, terus pernah juga kena 1,3jt, 500rb-an sampai 800rb-an, so it's depend on ur destiny. Perjalanan kalo naik pesawat (Palembang-Surabaya) yang langsung sekitar 2jam (gak sampe sih..), kalo yang transit tentunya lebih lama~
Setiba nya di Surabaya (Bandara Juanda) kamu harus naik travel untuk sampai ke Kampung Inggris. Kalo saya kemarin, travel nya pesan dari pihak kursus dengan biaya 120rb PAS. Menurutku ini cara yang paling aman bagi yang gak tau daerah sana dan super duper awam di bidang traveling. 
Perjalanan dari Surabaya ke Kampung Inggris umumnya 3jam, tetapi kalau macet bisa memakan waktu sampai 5 jam! Sebaiknya kamu persiapkan bekal dan bawa minum :)

2. Biaya Kursus di Kampung Inggris
Untuk biaya kursus nya sendiri, itu berbeda-beda yah guys.. tergantung tempat kursus dan program yang kamu ambil. jadi, disini aku bakal jelasin terlebih dahulu gimana kondisi Kampung Inggris.

Jadi, Kampung Inggris itu sebuah Desa di kawasan Pare, Kediri. Di desa itu banyak banget lembaga kursus. Misalnya di Jl. Anyelir disana bisa ada 10-15 lembaga kursus, belum lagi di Jl. Brawijaya dll. So, Kampung Inggris adalah sebuah desa dimana banyak orang belajar bahasa Inggris kumpul jadi satu tempat~ dan nama lembaga kursus tempat saya kursus adalah The Benefit English Course.

Di The Benefit English Course sendiri menggunakan sistem Program. 1 Program kursus berdurasi 1 bulan dengan biaya (termasuk asrama, listrik, dan air) :
1 bulan - 1jt
2 bulan - 1,8jt
3 bulan - 2,6jt
Untuk kisaran lembaga kursus yang lain, kamu bisa cek di website kampung inggris yah...

3. Biaya hidup di Kampung Inggris
Kalo ngebahas biaya hidup sih.. beda-beda lagi hehe. tergantung pola makan dan tempat makan yang kamu pilih.
Kalo kamu cewek dan pinter masak, kamu bakal bisa menghemat pengeluaran biaya makan kamu karena di asrama cewek biasanya disediain kompor dan rice cooker. Karena penulis kurang pandai masak, jadi penulis lebih sering makan diluar...
Untuk makan diluar, saya lebih sering makan di tempat yang relatif murah. terkadang saya makan ayam (7-8rb saja) dan minum air putih, atau es jeruk (3rb); es teh (2rb). Pokoknya segituan deh, sebisa kamu aja cari tempat makan termurah dan terhemat namun lezat~~ dan bagi kamu pecinta gorengan, saya ibaratkan Kampung Inggris adalah syurgah gorengan! Karena kamu dapat menikmati gorengan 500 rupiah/buah. Tapi, jangan makan gorengan setiap saat ya.

Nahh segini dulu bincang-bincang saya mengenai Kampung Inggris (Part 1) -saya takut blog nya bakal terlalu panjang dan kalian ngantuk bacanya-.

Sampai jumpa di Kampung Inggris (Part 2)!

If u wanna ask me about Kampung Inggris, just send me dm on Instagram @mthma <3
much love.