Welcome back ~
Here you go -> Kampung Inggris (Part 2)!
Di postingan kali ini, saya akan membahas beberapa pertanyaan/sindiran/argumen yang sering saya dapatin kembalinya dari Pare.
1. Udah les 3 bulan di Pare, pasti bahasa Inggrisnya udah cas cis cus dong?
and my answer is BIG NOOO!! Kenapa saya katakan BIG NO? Karena dari beberapa survei yang udah saya lakukan sendiri, banyak kok yang balik dari Kampung Inggris, tapi Bahasa Inggris nya gitu-gitu aja (maksudnya gak jago-jago banget), yah walaupun pasti ada perubahan tapi tidak terlalu signifikan. Jadi, buat kalian yang ekspektasinya kalau ke Kampung Inggris pasti balik-balik udah jago, itu salah besar. Itu semua tergantung dari individu masing-masing orang.
Ada yang hanya 1 atau 2 bulan di Kampung Inggris, tapi perkembangannya luar biasa hebat. Ada juga yang 3 bulan, 5 bulan, 6 bulan di Kampung Inggris tapi yah begitulah.. Jadi, semua nya tergantung dirimu sendiri. NIAT dan USAHA gak bakal mengkhianati HASIL!
Saran dari saya : perbaiki dan perkuat NIAT mu di Kampung Inggris untuk serius belajar, dan jangan pernah males untuk meng-improve skill mu! karena Kampung Inggris akan sangat membantu dalam belajar bahasa Inggris ^_^ kalau niatmu hanya untuk main dan traveling aja, mending balik dan cari tempat traveling lain deh...
2. Worth alias ada gunanya gak sih belajar di Kampung Inggris?
Pasti ada!! Tapi itu tergantung dirimu sendiri, guys. Kampung Inggris hanya fasilitator untuk kita belajar, mau dimanfaatin sebaik-baiknya apa ngga, gitu. Tapi kalau kalian udah ada niatan ke Kampung Inggris buat belajar, kalian harus bener-bener manfaatin waktu yang ada untuk skill yang lebih cepat naik ^_^ praktek! praktek! dan praktek!!
Sedikit penjelasan, di tempat saya kemarin (The Benefit English Course) kita udah masuk kelas pas jam 5 subuh sampe jam 9 malem (6 kelas per hari dan ada beberapa jam untuk istirahat kok hehe). lalu di camp serta di area kursus kita WAJIB SPEAK ENGLISH. Itu adalah kesempatan buat kita untuk praktek. Gak masalah grammar kita masih salah atau pronounciation yang masih amburadul, it is a prosses, bro! Gak ada yang instan, mie goreng aja harus direbus dulu..
Saran dari saya : selalu praktek alias speak English everywhere. Apalagi speak English dengan dirimu sendiri. Itu yang selalu saya lakuin sampe sekarang hehe.. hanya sekedar pas mau mandi, rutin aja bilang dalam hati "i want to take a bath" atau pas mau solat "i want to take a pray first, and then i wanna cook noodle because i'm so hungry" mulai lah dari hal yang SIMPLE lalu cari lah pergaulan atau teman yang bisa membuat skill mu meningkat dengan cara selalu speak English every where.
3. Score toefl nya sekarang pasti 500 keatas, dong?
Oh c'mon guys, you can't measure that like this -_- karena gak semua orang yang ke Kampung Inggris itu ngambil kelas toefl, gak bisa dipukul rata begitu. Terkadang, udah ngambil kelas toefl pun masih ada yang tidak sampai 500. Tapi, ada juga yang score nya jadi 570 keatas. Ini murni tergantung usaha kita serta kualitas kita belajar..
Kalau kita niat banget, lalu diiringi dengan doa dan usaha yang maksimal, yakin deh, score mu akan sesuai dengan yang kamu impikan~
Saran dari saya : rajin-rajin listening minimal 1 jam sehari, itu untuk meningkatkan pemahaman kita dalam listening section. Karena rata-rata orang awam akan kesulitan mengerti percakapan para native speaker. Melalui listening yang rutin, tanpa sadar kita akan belajar mengenai grammar (tanpa perlu belajar rumus), belajar pronounciation (karena orang native speaker yang ngomong langsung) dan belajar listening pastinya lol. Tapi, pelajari juga grammar ya..
Oke, segini dulu postingan Kampung Inggris (Part 2).
Sampai jumpa!
DIRGAHAYU INDONESIA-KU!
M E R D E K A !!!